Berhijablah Sebelum Dihijabkan Kafan, Bantahan untuk 1001 Alasan Mengapa Belum Berhijab

Bagikan artikel ini...

Sobat Nida, banyak muslimah belum juga berhijab dikarenakan 1001 alasan yang kelihatan benar dan masuk akal, padahal sih sebenernya nggak.Nah… Berikut ini adalah beberapa sanggahan yang mudah-mudahan bisa membantu para muslimah meyakinkan diri untuk berhijab.Atau, untuk Sobat Nida yang mau mengajak teman untuk berhijab, bisa juga jadi bahan untuk menjawab alasan-alasan mereka yang masih enggan berhijab.

Semoga bermanfaat yah Sob:

Alasan 1: Merasa banyak dosa
Sebenarnya lucu, merasa banyak dosa kemudian tidak berhijab bukankah berarti menambah dosa yang sudah ada? Jika muslimah merasa memiliki banyak dosa, justru itulah seharusnya ia berhijab agar dosanya tidak bertambah setiap hari.Setiap kali orang yang tidak berhak memandang tubuhnya, maka setiap saat itu juga dosa menghampiri sang muslimah.Yang pertama, dosa karena tidak menaati Allah. Yang kedua, dosa karena tidak menghargai dirinya sendiri.Maka, perlu diingat baik-baik, bahwa berhijab bukan berarti tidak punya dosa. Berhijab artinya menaati perintah Allah, berhijab artinya mau menundukkan diri pada peraturan yang Allah tetapkan.Jika merasa banyak dosa, sangat bagus… itulah yang harus menjadi alasan kita berhijab!

Alasan 2: Merasa lebih penting baik hatinya daripada berhijab “Lebih baik hatinya dulu yang dijilbabin, baru badannya!” Benarkah pendapat demikian? Secara awam, ketika memiliki dua pilihan, kita pasti memilih yang lebih mudah dulu, benar kan? Ketika menghadapi ujian, guru pasti mengatakan untuk mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu kan?

Pertanyaannya, lebih mudah mana: menghijabi hati atau menghijabi badan?

Siapa pun sepakat bahwa menghijabi hati pasti jauh lebih susah dari pada menghijabi tubuh kita. Apa susahnya sih memasang selembar kain di kepala? Malahan asyik sekali mematut diri di depan cermin yang merupakan hobi sebagian besar perempuan.Sedangkan untuk memastikan bahwa hati kita pun baik, yaa ampuun… sudah pasti susah sekali! Pede benar yang mengatakan bahwa dia lebih mengutamakan baik hatinya, berarti ia merasa hatinya sudah baik, sementara yang berhijab hatinya belum tentu sebaik dirinya.Waduh, sombongnya… Benar bahwa muslimah berhijab belum tentu baik hatinya, tapi minimal ia sudah menaati satu perintah Allah.

“Saya benci sekali melihat muslimah berhijab tapi kelakuannya sama tetangga malah sangat buruk, suka membicarakan aib orang, pelit, dllsb”

Wah, siapapun pasti sepakat muslimah berhijab yang seperti itu sungguh menyebalkan! Tapi masalahnya, berhijab itu bersifat hablumminallah, yakni hubungan vertikal seorang hamba dengan Allah.Sedangkan berbuat baik kepada tetangga, jujur, ramah, dermawan, semuanya bersifat hablumminannaas, yakni hubungan seseorang dengan sesamanya.Jadi tidak perlu dibenturkan karena keduanya seharusnya seiring sejalan!Untuk yang sudah berhijab, Alhamdulillah… tinggal perbaiki akhlakmu kepada sesama manusia, agar hijabmu memiliki nilai dan makna di hadapan Allah! Bukan sekadar selembar kain pencitraan.Sedangkan yang sudah berbuat baik pada sesama manusia, sungguh luar biasa… ketahuilah bahwa Rasulullah Muhammad diutus oleh Allah untuk mengajarkan akhlak baik kepada sesama, kalau begitu kamu sudah berhasil mempercantik akhlakmu, maka percantiklah juga tubuhmu dengan hijab yang telah Allah perintahkan!

Alasan 3:!Takut tidak konsisten
Ada lagi muslimah yang enggan berhijab karena takut tidak konsisten, sehari dibuka, sehari dipakai.Tidak usah ribet berpikirnya! Ketika kamu berhijab, maka di hari itu dosamu memperlihatkan aurat pada orang banyak tidak ada, sedangkan kalau besoknya kamu khilaf dan buka hijab, maka dosamu ada lagi.Jadi daripada konsisten berdosa setiap hari, lebih baik sesekali kamu tidak konsisten, dan menutupi auratmu agar tidak melulu menabung dosa dunia akhirat. Masuk akal kan? Moga setelah itu bisa belajar istiqomah.

Alasan 4: Belum tahu hukumnya berhijab
Ada pula yang belum berhijab karena tidak paham hukumnya. Ketahuilah bahwa dalam Islam, ketika seseorang tidak tahu, maka ia tidak dikenakan sanksi/ dosa. Akan tetapi kalau kita sudah tahu tapi masih tidak melakukan yang seharusnya, maka saat itulah kita dikenakan dosa.Nah, pertanyaannya… apakah kita mau mencari tahu apa yang belum kita ketahui sebelumnya? Karena setiap muslim wajib menuntut ilmu sampai akhir hayat. Kalau hukum berhijab itu wajib saja kita tidak tahu, bisa jadi karena lingkungan kita sudah sedemikian buruk, atau karena diri kita memang tidak mau tahu. Apapun itu, saat kamu membaca tulisan ini, berarti kamu sudah tahu bahwa hukum berhijab adalah wajib untuk perempuan. Maka, lakukanlah sesegera yang engkau mampu, niscaya Allah akan meridhoimu.

berhijablah

Alasan 5: Malas
Percayalah bahwa orang malas tidak akan mendapat kebaikan apapun. Malas berhijab sama dengan malas ke syurga.Malas berhijab sama dengan malas menaati Allah. Jika suatu hari Allah malas memberimu rezeki, malas mengabulkan doa-doamu, malas menyembuhkan penyakitmu, maka jangan salahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri! (sadis bener Nid!) Ayo doong jangan malas! Tinggal pasang selembar kain di kepala, pakai baju sopan yang menutupi aurat, sudah cukup. Begitu saja kok repot!

Alasan 6: Merasa Hijab Adalah Belenggu
Ada yang belum berhijab bahkan mungkin tidak mau berhijab karena merasa hijab adalah belenggu. Mereka beranggapan bahwa pakaian takwa itu jelas-jelas belenggu kebebasan wanita. Golongan ini menyatakan bahwa orang-orang mau berhijab hanya karena takut, takut pada apa? Yakni takut pada doktrin bahwa yang tidak berhijab maka akan masuk neraka. Sekarang pikirkan baik-baik, handphone dan laptop saja ada aturan pakainya, misalnya tidak boleh tersiram air panas, tidak boleh dibanting, tidak boleh terjatuh dari ketinggian tertentu, karena bisa membuat rusak. Lalu apakah kita menganggap aturan pakai itu adalah belenggu? Kalau begitu, yaa silakan saja banting dan rebus handphonemu! Hehe, sadis. Sama juga, berhijab adalah aturan untuk perempuan, karena Allah sebagai produsen kita sangat memahami bahwa perempuan akan gampang terkena penyakit jika tidak dilindungi, kulit perempuan begitu tipis, rambut perempuan begitu indah bahaya jika terkena debu, terutama sekali, tubuh perempuan yang sangat menggoda, dapat membuat kerusakan moral di masyarakat bila dibiarkan terbuka.

So, aturan berhijab bukanlah belenggu, Sob! Melainkan ‘aturan pakai’ yang Allah beritahukan pada wanita agar sesuai dengan fitrah penciptaannya.

Bagikan artikel ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *