Mengapa Islam Tidak Menoleransi Kecurangan?

Bagikan artikel ini...

Dalam Al Qur’an bahkan terdapat satu surah yang bernama Al Muthaffifin artinya orang-orang yang berbuat curang. 

Siapa orang yang berbuat curang tersebut? Yakni mereka yang mengurangi takaran untuk orang lain, dan meminta takaran dilebihkan untuk keuntungannya sendiri.

Kecurangan ini tidak bisa ditoleransi bahkan sekecil apapun kadarnya, baik hanya berupa pengurangan takaran timbangan sayur dan buah di pasar, ataupun pengurangan jumlah suara dalam pemilihan umum.

Kecurangan sangat berhubungan dengan sifat kejujuran yang luntur dalam diri seseorang. Sedangkan sifat jujur adalah salah satu sifat yang wajib dimiliki orang beriman.

Seseorang yang mengaku beriman pada Allah bisa dipastikan tidak akan bersedia berkata dan bersifat bohong.

Mengapa Islam Tidak Menoleransi Kecurangan

Semasa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam masih hidup, seorang sahabat bertanya, “Mungkinkah seorang Mukmin itu pengecut?”

”Mungkin,” jawab Rasulullah.
”Mungkinkah seorang Mukmin itu bakhil (kikir)?”
”Mungkin,” lanjut Rasulullah.
”Mungkinkah seorang Mukmin itu pembohong?”
Rasulullah  menjawab, ”Tidak!”

Mengapa demikian? Karena seorang pembohong tidak akan mendapat petunjuk dari Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (Q.S. 40 : 28).

Oleh sebab itu, pastikan kita menjadi bagian dari orang-orang enggan berbuat curang. Baik dalam aspek jual-beli, dalam aspek pendidikan, dalam aspek politik berbangsa dan bernegara. 

Dan satu lagi… Pastikan diri kita menjadi bagian dari orang-orang yang melawan kecurangan. Bukannya malah memakluminya, apalagi sampai membiarkan kecurangan terjadi di hadapan kita. 

Lawanlah dengan perbuatan, jika tidak mampu… Maka lawanlah dengan perkataan. Jika masih tidak mampu, setidak-tidaknya lawanlah dengan hati kita.

Segala sesuatu akan diminta pertanggungjawabannya. Laa hawla walaa quwwata illa billaah. (sh)

Bagikan artikel ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *