Dua Hal yang Membuat Amalan Seseorang akan Ditolak atau Diterima

Sobat Nida, di dalam Islam, hanya ada satu dzat yang wajib disembah, yaitu Allah subhanahu wata’ala. Bentuk penghambaan seseorang dapat diwujudkan dengan melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

“(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?”
(QS. Maryam [19]: 65)

Ketika seorang muslim beribadah, tidak lantas membuat amalan tersebut diterima. Ada hal-hal yang dapat membuat amalan tersebut tertolak. Apakah saja hal tersebut?

1. NiatMari kita introspeksi diri. Sudahkah kita niatkan segala sesuatunya karena Allah? Shalat kita, puasa kita, sedekah dan segala macam bentuk ibadah yang telah kita lakukan. Atau mungkin, di dalam hati yang paling dalam, masih ada perasaan ingin dipuji dan dipandang ‘wah’ oleh orang lain? Ingen terlihat shalih atau shalihah mungkin? Atau ingin dicap sebagai orang yang baik dan dermawan?
Kita akan mendapatkan apa yang diniatkan. Jika kita masih berniat ibadah untuk dilihat orang lain, maka itulah yang akan didapatkan. Namun jika niat karena Allah, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan dan keberkahan yang melimpah.
Jadi, meskipun terlihat sepele, jangan pernah sepelekan niat. Jagalah niat beribadah di awal, tengah, hingga akhir.
Dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”.(HR Bukhari no 52)

2. Mengikuti petunjuk RasulullahLakukanlah ibadah yang sudah Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Tidak mengubah, baik mengurangi atau menambah, tidak juga membuat suatu amalan baru yang tidak pernah Rasul contohkan.
Dari ‘Aisyah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengada-ngada sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami, padahal kami tidak perintahkan, maka hal itu tertolak.”(HR Muslim no 3242) 
Rasulullah juga pernah menegur beberaoa sahabat Nabi yang bermaksud untuk melakukan suatu ibadah yang tidak sesuai dengan sebagaimana yang Rasulullah ajarkan. 

Dari Anas bahwa sekelompok orang dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai amalan beliau yang tersembunyi. Maka sebagian dari mereka pun berkata, “Saya tidak akan menikah.” Kemudian sebagian lagi berkata, “Aku tidak akan makan daging.” Dan sebagian lain lagi berkata, “Aku tidak akan tidur di atas kasurku.” Mendengar ucapan-ucapan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau bersabda: “Ada apa dengan mereka? Mereka berkata begini dan begitu, padahal aku sendiri shalat dan juga tidur, berpuasa dan juga berbuka, dan aku juga menikahi wanita. Maka siapa yang saja yang membenci sunnahku, berarti bukan dari golonganku.”(HR Muslim no 2487)
Jangan sampai, karena saking inginnya terlihat baik di mata Allah, akhirnya malah beribadah tanpa ilmu dan membuat ibadahnya tersebut tertolak. Jadi laksanakan saja apa yang sudah Rasulullah ajarkan. Apalagi sangat banyak amalan-amalan baik wajib maupun sunah yang sudah Rasulullah ajarkan dan dapat kita laksanakan. Tidak perlulah membuat amalan baru yang justru dapat merugikan diri sendiri.

Kebiasaan Buruk Penyebab Munculnya Komedo

Sahabat Ummi, salah satu masalah wajah yang mengganggu adalah munculnya komedo. Yang membuat kita tidak percaya diri dan maksimal. Munculnya komedo membuat kulit wajah terlihat tidak bersih dan membuat pori-pori cenderung terlihat besar.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo, dari mulai masker tradisional hingga facial scrub rutin di salon. Namun tanpa kita sadari ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang menjadi penyebab munculnya komedo, jadi akan percuma perawatan yang dilakukan jika kebiasaan buruk ini tidak ditinggalkan, apa saja kebiasaan buruk yang dimaksud? Yuk simak selengkapnya…

1.       Produk kecantikan

Memilih produk kecantikan yang tidak pas bisa menjadi penyebab munculnya komedo. Seperti pemilihan make up yang memiliki bahan dasar minyak. Make up dengan bahan dasar minyak membuat kulit kita semakin berminyak dan menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan munculnya komedo.

2.       Kurang tidur

Tidur larut malam menjadi salah satu penyebab munculnya komedo. kulit meregenarasi dirinya saat malam hari di waktu kita tertidur. Semakin larut kita tidur di malam hari, maka waktu untuk kulit untuk meregenaris kulinya semakin sedikit. Sehingga sel-sel kulit mati tidak digantikan dengan sel-sel kulit baru, dan dapat menyumbat pori-pori yang menyebabkan munculnya komedo.

3.       Tidak membersihkan make up

Untuk kamu yang suka menggunaka make up harus rajin-rajin membersihkannya sebelum tidur. Karena make up yang tidak terhapus sampai bersih akan menutup pori-pori wajah. Pori-pori yang tersumbat dengan kotoran sisa makeup akan menyebabkna munculnya komedo yang mengganggu.

4.       Menyentuh wajah

Disengaja atau tidak, kita sering kali menyentuh wajah entah untuk merapikan make up, atau apapun. Tapi ternyata kebiasaan menyentuh wajah ini bisa menjadi penyebab munculnya komedo karena bakteri, debu dan kotoran yang menempel ditangan pindah ke wajah. Jadi jika ingin menyentuh wajah usahakan cuci tangan terlebih dahulu.

5.       Kurang olahraga

Olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh, terutama untuk kecantikan kulit. Dengan olahraga, keringat yang keluar dapat mendorong kotorang yang tersumbat.

Dengan mengetahui beberapa kebiasaan yang menjadi penyebab munculnya komedo di atas, semoga kita memperbaiki kebiasaan diri. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. (Letha)

4 Kesalahan Orangtua yang Menyebabkan Kakak Membenci Adiknya

Sahabat Ummi, kita tentu mengharapkan anak-anak saling akur dan menyayangi. Akan tetapi ada 4 sikap keliru orangtua yang justru bisa membuat seorang kakak membenci adiknya. Hal ini berlaku bagi putra-putri kita yang masih kecil ataupun sudah beranjak dewasa.

Apa saja 4 kesalahan yang dimaksud?

1. Selalu meminta kakak mengalah pada sang adik

“Kak… kamu kan udah gede, ngalah dong sama adik!”

Sikap orangtua yang seperti ini sebenarnya tidak adil, baik kakak maupun adik harus sama-sama diajarkan mengalah, tergantung siapa yang lebih dulu menggunakan mainan/barang tersebut.

Misalnya Kakak baru saja membaca buku cerita, kemudian adik merebutnya. Orangtua harus menjelaskan pada adik untuk bersabar, karena kakak terlebih dahulu yang sedang membacanya. Atau, bujuklah anak agar mau baca bersama.

Menyuruh kakak terus-terusan mengalah hanya akan menanamkan kebencian dalam dirinya terhadap sang adik. 

2. Menyuruh-nyuruh kakak untuk membantu kebutuhan sang adik 

“Kak, ambilin pampers adik…”

“Jagain adikmu yaa…”

“Adik haus, ambilkan minum ya Kak…”

Tidak ada salahnya memang memperbantukan sang kakak untuk mengurus adiknya, tapi sebaiknya diberi pengertian mengapa Kakak perlu membantu ibu melakukannya.

“Dulu… Ibu mengurus kakak seperti ini juga waktu kakak kecil lho, sekarang kita gantian mengurus adik bareng yaa…”

Jika tidak ada komunikasi yang baik, dan tidak ada penjelasan yang membuat sang kakak mengerti, maka orangtua sedang menanamkan bibit kebencian dalam hati sang kakak terhadap adiknya sendiri.

“Ibu gak adil… kenapa aku selalu disuruh-suruh untuk menjaga adik.”

4 Kesalahan Orangtua yang Menyebabkan Kakak Membenci Adiknya

3. Tidak mengingatkan bahwa orangtua tetap mencintai Kakak walau kini ada adik

Rutinlah menyatakan sayang pada anak. Anak sangat memerlukan pelukan dan kata sayang dari kedua orangtuanya.

“Ummi Abi sayang Kakak… ummi abi juga sayang adik. Adik juga sayaaang sekali sama kakak…”

Kelihatan sepele, tapi bermakna besar.

4. Membanding-bandingkan kakak dengan adik

“Tuh lihat adikmu… duduk anteng, kamu kok dari tadi lari-lari terus, kayak adik dong!”

Baik anak-anak maupun dewasa paling anti dibanding-bandingkan, jadi… orangtua perlu menghentikan kebiasaan buruk ini.

Jika ingin kakak duduk anteng, perintahkan saja… tidak perlu membanding-bandingkannya dengan si adik. Ia akan merasa kecewa jika orangtua terlalu sering membandingkannya dengan adiknya sendiri.

Semoga artikel ini dapat mengingatkan para orangtua yang mulai memiliki anak lebih dari satu, agar kita bisa tetap memperlakukan anak-anak dengan adil.

Foto freepic