Ssstt… Ini Dia Cara Menahan Diri Agar Tidak Pacaran – Wajib Share Sis…

Bagikan artikel ini...

Saya termasuk bangga, selama 20 tahun hidup berhasil selamat dari godaan pacaran #tepuk tangan. Meskipun sempet disuruh orangtua. Sempet ada yang gebet. Jjiah…

Di umur 20, masih kuliah semester 6, saya langsung menikah, dengan seseorang yang baru dikenal akibat dicomblangin, itupun dengan melangkahi 2 orang kakak perempuan yang belum menikah. Sesuatu yang harusnya sulit dilaksanakan. Alhamdulillah, semuanya lancar-lancar saja.

8 tahun telah berlalu, dan semua masih baik-baik saja. Happy ever after! Aamiin…

Kuncinya: Motivasi dari Dalam Diri

Tahu nggak bagaimana cara menahan diri yang efektif agar tidak pacaran? Yap, yang paling penting… Kesadaran untuk tidak berpacaran harus ada dari dalam diri kita sendiri!

Percuma kalau larangan berpacaran adanya cuma dari luar diri kita seperti dari orangtua, guru ngaji, senior, kakak kandung, sahabat, om dan tante. Pokoknya selama di dalam diri kita masih ada rasa penasaran dan keinginan untuk pacaran, yaa… Biasanya sih bakalan terjerumus.

Terus, apa yang saya lakukan untuk memotivasi diri tidak berpacaran? Ini dia beberapa jurusnya, barangkali bisa bermanfaat untuk Sobat Nida semua:

1.Bertarung dengan diri sendiri
Prinsip saya: kalau berhasil menahan diri, saya pemenang. Kalau ikut-ikutan pacaran, saya pecundang.

Jadi yang saya lawan sebenarnya bukan ejekan orang lain, tapi ejekan diri sendiri. Bagi saya, sukses adalah ketika berhasil menahan hawa nafsu sendiri, dan juga bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

Rasanya, pacaran hanyalah musuh dari kesuksesan masa muda. Jadi, saya memutuskan untuk menjadi single berprinsip.

2.Alihkan dengan mencetak prestasi atau beraktivitas
Ketika SMA, saya banyak menulis buku, banyak menulis lagu, banyak ikut organisasi, mengisi acara, ini bisa mengalihkan dari keinginan untuk pacaran.

Jujur, ngegebet orang sih pasti ada. Tapi yaa tidak sampai diungkapkan ke orangnya.

Ini Dia Cara Menahan Diri Agar Tidak Pacaran

3.Mengenali kerugian pacaran untuk masa depan
Saya tahu pasti apa keburukan pacaran. Yang paling pasti adalah orang yang berpacaran itu bakalan diakui jadi bekas.

“Dia kan bekas pacar gue…”
Hadeuh… Males bangget.

Selain itu, pacaran biasanya membuat kita jauh dari sahabat, fokusnya ke pacar, ngabisin waktu, ngabisin duit, ngabisin tenaga dan pikiran, cuma sibuk ngeladenin pacar apalagi kalo lagi ngambek, aish…

Kerugian pacaran yang lainnya adalah kata-kata ataupun dakwah yang kita lakukan jadi tidak berefek, istilahnya kehilangan kharisma, seperti macan ompong. Ini nggak banget dah.

Orang yang pacaran biasanya memperlihatkan ketidakmampuan mengendalikan diri, bagaimana bisa mengendalikan orang lain dengan nasehat atau kata-kata, kalau diri sendiri saja tidak bisa dikendalikan?

4.Membuat peta hidup
Sejak SMA, saya sudah punya peta hidup. Akan menikah di usia 19 tahun, punya 8 anak (ternyata sampai sekarang baru punya 1), membuat film islami, dan lain-lain.

Peta hidup dan kumpulan impian inilah yang membuat saya mampu bersabar untuk tidak melenceng apalagi buang waktu dengan pacaran.

Maaf yaa bagi penganut mazhab pacaran, silakan bikin tulisan sendiri untuk membela diri, hehe. Tapi bagi saya, orang yang masih sempat berpacaran berarti belum punya impian besar.

Kalau punya impian besar, pasti akan lebih milih menikah di usia muda, karena lebih pasti statusnya, lebih jelas halalnya, dan yang pasti… Berpahala. Saya kagum dengan Dian Pelangi, dan teman-teman yang menikah muda lainnya. Keren!

Jadi, mau menahan diri dari pacaran? Pastikan kamu punya impian besar dalam hidup!

Saya yakin, kalau semakin banyak anak muda dengan kesadaran sendiri memilih untuk tidak pacaran, akan semakin maju bangsa Indonesia. Karena berarti generasi mudanya terjauh dari sikap alay, dan lemah mental.

Terakhir, saya apresiasi tinggi pada siapapun kamu yang masih muda, cakep, berprestasi, tapi mampu menahan diri untuk tidak berpacaran. Semoga Allah merahmati dan memberimu kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan nanti. Aamiin.

Semangat jadi single berprinsip, Sob!

Bagikan artikel ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *